GEMPA BUMI 6,5 SR .
Ternyata Ini Merupakan Simulasi Besar Tanggap Darurat yang Digelar IMIP Bersama Sejumlah Instansi
Warga Dusun Kurisa, Kelurahan Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Sulawesi Tengah, akan dibuat seolah berada dalam kondisi bencana besar saat kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi, Kebakaran dan Longsor digelar pada 03 Juni 2026 mendatang.
Dalam skenario simulasi tersebut, gempa bumi berkekuatan 6,5 SR digambarkan mengguncang kawasan permukiman padat penduduk hingga memicu kebakaran hebat dan longsor yang menyebabkan korban jiwa.
Tercatat sebanyak 50 korban simulasi dalam kegiatan tersebut, dengan rincian dua orang dinyatakan meninggal dunia, lima korban luka berat, lima belas korban luka ringan dan sesak napas, serta puluhan warga lainnya berhasil dievakuasi ke titik aman.
Kegiatan ini merupakan rangkaian simulasi tanggap darurat yang akan dilaksanakan oleh IMIP dengan melibatkan berbagai unsur dan lembaga terkait, di antaranya BPBD, DAMKAR Bungku, DAMKAR IMIP, KSB (Kampung Siaga Bencana), PMI, Puskesmas, Klinik KUPI, Tim ERT IMIP, pemerintah desa, aparat keamanan, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya.
Simulasi tersebut dibuat menyerupai kondisi nyata. Pada pukul 08.15 WITA digambarkan terjadi gempa bumi selama kurang lebih 45 detik yang menyebabkan bangunan berguncang kuat, kaca pecah, listrik padam, dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.
Tak lama setelah gempa berhenti, terjadi korsleting listrik yang memicu kebakaran pada salah satu rumah dan kantin warga. Ledakan tabung gas kecil membuat api semakin membesar dan asap mulai menyelimuti area permukiman.
Di saat bersamaan, getaran gempa juga menyebabkan longsor pada tebing setinggi kurang lebih 50 meter di belakang permukiman warga. Material longsor menutup jalur evakuasi dan menyebabkan beberapa korban tertimbun sehingga proses penyelamatan harus dilakukan oleh tim SAR dan tim tanggap darurat.
Dalam simulasi ini, tim pemadam kebakaran akan melakukan penanganan menggunakan fire truck dan APAR, sementara PMI, Puskesmas, Klinik KUPI dan tim medis lainnya akan mendirikan posko kesehatan untuk menangani korban luka, sesak napas, hingga korban tidak sadarkan diri.
Kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat mengenai langkah penyelamatan saat menghadapi gempa bumi, kebakaran, dan longsor secara bersamaan. Selain menguji kesiapan petugas, simulasi ini juga menjadi pegangan penting bagi masyarakat agar lebih siap, sigap, dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.
Melalui simulasi terpadu ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat serta mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Bahodopi dan sekitarnya.
Penulis : Yusuf batu salu
0 Komentar