Lebaran Tanpa Hidangan, Tapi Penuh Air Mata
Lebaran Tanpa Pelukan di Bahomakmur Suara takbir menggema di langit Bahomakmur , menyelimuti desa dengan nuansa bahagia. Anak-anak berlarian di jalan, mengenakan baju baru, tertawa riang. Para ibu sibuk di dapur menyiapkan hidangan istimewa untuk keluarga. Namun, di sebuah rumah kecil di ujung desa, suasana jauh berbeda. Yusuf , bocah berusia 12 tahun, duduk termenung di depan rumahnya yang berdinding kayu rapuh. Matanya menerawang kosong, menatap orang-orang yang berlalu-lalang membawa kue dan makanan. Di dalam rumah, ibunya terbaring lemah di atas kasur tipis. Wajahnya pucat, tubuhnya kurus. Nafasnya tersengal-sengal, namun tetap berusaha tersenyum saat melihat Yusuf masuk. “Nak… Sudah malam takbiran, kenapa kamu diam saja?” suara ibunya lirih. Yusuf duduk di sampingnya, menggenggam tangannya yang terasa dingin. “Bu… Kenapa setiap Lebaran tidak ada yang datang ke rumah kita? Apa ibu tidak punya saudara?” Ibunya terdiam sejenak. Senyum pahit tersungging di bibirnya. ...