DPR dan Rakyat: Jurang yang Semakin Menganga
YUSUF BATU SALU. - Di negeri yang katanya berlandaskan demokrasi, kita justru menyaksikan wajah yang kian jauh dari semangat reformasi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang seharusnya menjadi "wakil rakyat," kini semakin sering tampil sebagai wakil kepentingan segelintir elit politik dan oligarki. Rakyat yang menitipkan suara justru dibuat kecewa, bahkan marah. Dari ruang-ruang rapat mewah dengan pendingin udara dingin dan kursi empuk, banyak keputusan lahir tanpa mempertimbangkan jeritan masyarakat di luar pagar gedung parlemen. Di jalanan, rakyat berpanas-panasan, menanggung beban hidup yang kian berat. Sementara di Senayan, para wakil sibuk mengutak-atik aturan yang—anehnya—lebih sering melindungi kepentingan sendiri. Legislasi yang Sarat Kepentingan Kita masih ingat bagaimana UU Cipta Kerja dipaksakan dengan proses legislasi yang terburu-buru, penuh kritik, dan akhirnya dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi. Namun apa yang terjadi? Alih-...