Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

DPR dan Rakyat: Jurang yang Semakin Menganga

Gambar
YUSUF BATU SALU. - Di negeri yang katanya berlandaskan demokrasi, kita justru menyaksikan wajah yang kian jauh dari semangat reformasi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang seharusnya menjadi "wakil rakyat," kini semakin sering tampil sebagai wakil kepentingan segelintir elit politik dan oligarki. Rakyat yang menitipkan suara justru dibuat kecewa, bahkan marah. Dari ruang-ruang rapat mewah dengan pendingin udara dingin dan kursi empuk, banyak keputusan lahir tanpa mempertimbangkan jeritan masyarakat di luar pagar gedung parlemen. Di jalanan, rakyat berpanas-panasan, menanggung beban hidup yang kian berat. Sementara di Senayan, para wakil sibuk mengutak-atik aturan yang—anehnya—lebih sering melindungi kepentingan sendiri. Legislasi yang Sarat Kepentingan Kita masih ingat bagaimana UU Cipta Kerja dipaksakan dengan proses legislasi yang terburu-buru, penuh kritik, dan akhirnya dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi. Namun apa yang terjadi? Alih-...

Makassar Memanas: Amarah Rakyat Membakar Gedung DPRD

Gambar
Makassar kembali jadi pusat perhatian nasional. Jumat malam (29/8/2025), Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani luluh lantak dilalap api. Amarah rakyat yang memuncak menjelma menjadi kobaran besar, melumat kendaraan, motor, hingga gedung megah yang selama ini menjadi simbol wakil rakyat. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Amarah yang meledak bermula dari isu kenaikan tunjangan anggota DPR RI sebesar Rp50 juta per bulan di tengah situasi rakyat yang semakin sulit secara ekonomi. Kebijakan itu dianggap sebagai penghinaan terhadap penderitaan masyarakat. Bara kekecewaan ini sudah muncul sejak 25 Agustus, ketika mahasiswa dan masyarakat Makassar turun ke jalan menolak kebijakan tak prorakyat. Namun puncaknya pecah pada Jumat malam, ketika demonstran menyerbu halaman DPRD. Motor dan mobil dibakar, asap pekat membumbung, dan suara “revolusi” menggema di udara malam. Api yang awalnya menyambar kendaraan, merambat ke bangunan hingga atap gedung DPRD runtuh dilalap ko...

Kejadian Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Polisi

Gambar
Yusuf batu salu– Peristiwa tragis terjadi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat terjadi kericuhan demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI. Seorang driver ojek online (ojol) bernama Moh. Umar Amarudin (30), asal Cikidang, Sukabumi, tewas setelah dilindas mobil Barracuda milik Brimob Polda Metro Jaya. Dalam rekaman video amatir yang beredar luas, korban tampak berjalan menunduk di tengah kerumunan massa. Tiba-tiba, kendaraan taktis (rantis) melaju dengan kecepatan tinggi dan melindas tubuhnya. Meski sempat dikerumuni massa, kendaraan itu tetap melaju, menimbulkan kemarahan warga di lokasi. 👉 Republika Korban sempat dibawa ke RSCM namun dinyatakan meninggal dunia. 🔎 Tindak Lanjut Kepolisian Tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan Barracuda saat kejadian kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang diperiksa oleh Divisi Propam Mabes Polri serta Propam Kor Brimob di Mako Brimob Kwitang. 👉 Okezone Kapolda Metro Jaya, Irjen...

Insiden Dosen Melempar Skripsi di Universitas Nias: Kronologi, Reaksi, dan Klarifikasi

Gambar
Sebuah insiden mengejutkan terjadi di lingkungan akademik dan menjadi viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar luas, tampak seorang dosen perempuan diduga melempar berkas skripsi mahasiswa ke lantai di hadapan mahasiswa tingkat akhir. Kronologi Kejadian Mahasiswa menunggu tanda tangan skripsi Dari keterangan dalam video, mahasiswa menyebut telah menunggu lama agar skripsinya ditandatangani. Ia melontarkan protes dengan kalimat bernada kesal: > “Ibu ke mana seminggu? Kami nunggu tanda tangan skripsi!” Dosen melempar skripsi Alih-alih memberikan respon yang menenangkan, dosen tersebut justru terlihat melempar berkas skripsi mahasiswa ke lantai. Tindakan ini membuat suasana di ruangan memanas. Mahasiswa meluapkan emosi Tidak terima diperlakukan demikian, mahasiswa kemudian marah, menendang meja, serta berteriak menuntut penjelasan. Aksi ini terekam jelas dalam video dan langsung menyebar luas di dunia maya. Klarifikasi dari Pihak Universitas Pihak Universitas ...

Turut Prihatin atas Musibah Kebakaran di Sorowako

Gambar
YUSUF BATU SALU. Musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu, 27 Agustus 2025, di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, menyisakan duka mendalam. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 46 rumah dan membuat sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Kapolsek Nuha, AKP Nyoman Sutarja, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan sangat besar, mengingat banyak rumah beserta isinya habis terbakar. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah lain. Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, langsung meninjau lokasi kebakaran dan meminta dinas terkait untuk segera menyalurkan bantuan darurat berupa tenda, pakaian, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendampingi para korban hingga bisa kembali bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak. Sebagai bagian dari masyarakat yang ped...

Menantu Usir Mertua di Sulut: Cermin Buram Ketika Hati Dikuasai Ego

Gambar
Baru-baru ini, masyarakat Sulawesi Utara dihebohkan dengan sebuah video yang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang menantu bernama Serly yang tega mengusir mertuanya sendiri dari rumah. Padahal, rumah tersebut dibangun dari hasil jerih payah bersama, dan sang mertua ikut berperan besar dalam kehidupan anak serta cucunya. Dalam video yang beredar, terlihat suasana penuh emosi. Sang mertua yang sudah lanjut usia dipaksa keluar dari rumah, sementara keluarga besar dan tetangga menyaksikan dengan rasa iba. Banyak warganet marah dan kecewa, karena tindakan tersebut dianggap melukai nilai toleransi, penghormatan kepada orang tua, dan budaya gotong royong yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Sulawesi. Pelajaran Penting dari Kejadian Ini 1. Orang tua adalah berkat, bukan beban Tidak ada manusia yang lahir tanpa orang tua. Sekalipun mereka memiliki kekurangan, jasa dan kasih orang tua tidak bisa terbalas dengan materi. Mengusir orang tua sama saja menut...

Tragedi Raya: Anak Miskin yang Mati Karena Cacing, Saat DPR Sibuk Menikmati Tunjangan

Gambar
Raya, balita 4 tahun dari Sukabumi, meninggal dunia dengan cara yang tidak seharusnya dialami seorang anak. Tubuhnya dipenuhi ribuan cacing. Organ vitalnya rusak. Cacing keluar dari hidung, anus, hingga kemaluannya. Padahal penyakit cacingan bisa dicegah dengan obat murah. Harganya tak sampai Rp5.000. Tetapi akses kesehatan untuk keluarga miskin seperti Raya nyaris tidak ada. Mereka tak punya BPJS, tak mampu membayar rumah sakit, dan sering dipersulit dengan birokrasi ketika butuh pertolongan cepat. Ketika kondisi kritis, relawan dari Yayasan Rumah Teduh yang turun tangan. Mereka membawa Raya ke RSUD. Mereka juga yang menanggung biaya, karena proses pengurusan BPJS PBI tidak bisa langsung selesai. Negara terlambat hadir. Dan ketika negara benar-benar hadir, itu hanya untuk mencatat kematian. --- Ironi di Tengah Kenaikan Gaji DPR Kisah Raya terjadi di saat lain: anggota DPR dan pejabat sibuk menikmati gaji dan tunjangan jumbo. Seorang anggota DPR bisa membawa pulang Rp70–100...

SLOT KERBAU, BABI, AYAM YANG MARAK DI TORAJA 🚫 Perjudian Berkedok Hiburan Harus Dihentikan.

Gambar
Belakangan ini marak undian slot dengan hadiah kerbau, babi, atau ayam. Mekanismenya jelas: orang membeli nomor dengan harga tertentu, lalu pemenang ditentukan secara acak melalui siaran langsung di media sosial. Hasilnya? Ratusan orang kalah, hanya satu orang yang menang. Yang lebih memprihatinkan, praktik ini sering dibungkus dengan istilah hiburan atau bahkan arisan. Padahal, arisan dan lotre sangatlah berbeda. Dalam arisan, setiap peserta yang menyetor uang pasti akan menerima kembali sesuai haknya. Tidak ada yang dirugikan, hanya soal giliran. Dalam lotre atau undian berbayar, hanya satu pemenang yang menikmati hasil, sementara ratusan peserta lainnya kehilangan uang. Inilah esensi perjudian: pertaruhan yang semata-mata bergantung pada keberuntungan. Membungkus perjudian dengan nama arisan adalah bentuk penyesatan publik. Itu hanyalah cara halus untuk merampas rezeki banyak orang demi keuntungan segelintir pihak. Lebih parah lagi, keuntungan justru mengalir deras ke pe...

FAKTA: Jesika yang Diterkam Paus Orca

Gambar
Saya, Yusuf Batu Salu , awalnya sempat percaya dengan berita yang beredar di media sosial tentang seorang perempuan bernama Jesika (atau Jessica Radcliffe) yang diklaim sebagai pelatih paus orca dan tewas setelah diterkam hewan tersebut. Video yang saya lihat begitu dramatis   Jesika berdiri di tepi kolam, melambaikan tangan kepada penonton, lalu seekor paus orca besar muncul, menggigit tubuhnya, dan menyeretnya ke dalam air. Teriakan penonton membuat suasana video itu semakin mencekam. Bahkan, di awal saya berpikir kejadian ini benar-benar terjadi. Namun, setelah saya membaca beberapa artikel dari sumber yang terpercaya, saya baru tahu bahwa kisah ini adalah HOAKS. Fakta yang Terungkap 1. Tidak ada catatan resmi tentang pelatih bernama Jessica Radcliffe yang bekerja di taman laut mana pun di dunia (Tirto.id, Suara.com). 2. Video yang beredar adalah rekayasa  kemungkinan besar dibuat menggunakan teknologi AI atau hasil penggabungan cuplikan video berbeda. Tida...

SIAPA SOSOK IRMA TENDENGAN ? PEMBERANI BERSUARA ATAS DUGAAN SILUMAN P3K TORAJA UTARA.

Gambar
Saya diam-diam mengikuti semua postingan Irma Tendengan di media sosial, mencermati setiap tulisannya, foto dokumen yang ia unggah, hingga tangkapan layar percakapan yang ia bagikan. Irma adalah seorang bidan muda asal Tondon, Toraja Utara, yang saat ini mengabdi di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Walaupun berada jauh dari kampung halamannya, ia tetap menaruh perhatian besar terhadap nasib daerahnya. Awal mula saya tertarik adalah ketika Irma mulai menulis tentang dugaan adanya “honorer siluman” dalam kelulusan PPPK Tahap II di Toraja Utara. Istilah ini mengacu pada peserta yang tidak pernah tercatat sebagai tenaga honorer resmi, namun tiba-tiba lolos seleksi dan menerima SK pengangkatan. Salah satu yang Irma bongkar adalah sebuah surat keterangan (suket) yang mencantumkan nama Camat Kapala Pitu sebagai penerbit. Saat dikonfirmasi oleh Irma, camat tersebut dengan tegas membantah pernah menandatangani surat itu atau mengenal peserta yang bersangkutan (tekape.co). Tidak berhe...

TRAGEDI BAHODOPI – SEORANG PEMUDA TEWAS . KASUS MASIH DALAM PENYELIDIKAN

Gambar
Bahodopi, Morowali – Sebuah kejadian tragis kembali terjadi di Bahodopi. Seorang pria muda tewas dikeroyok massa setelah dituduh melakukan tindak kejahatan. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan apakah korban benar-benar melakukan tindak pidana atau tidak. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah akun Facebook F’Azzam Tart membagikan kondisi korban yang telah meninggal dunia dan masih terbaring di Puskesmas Bahodopi. > “Kenapa sih harus main hakim sendiri? 😥 sebesar apa yang dia curi sampai dipukuli sampai meninggal... huh ngerinya mi Bahodopi.” Menurut keterangan sementara dari pihak Puskesmas, korban diduga berasal dari Kendari, dan hingga saat ini belum ada keluarga yang datang menjemput jenazahnya. Informasi yang beredar di akun Instagram @infomorowali.id menyebut bahwa korban bersama beberapa orang lainnya sempat dituduh terlibat dalam suatu dugaan, lalu menjadi korban pengeroyokan. Namun setelah dilakukan klarifik...